Friday, August 29, 2008

Jawaban Soal Ujian E-Business

Soal Type A :

Definisi E-Business adalah perilaku dari bisnis dengan bantuan telekomunikasi-telekomunikasi dan perangkat telecommunications-based

Komponen-komponen E-Business, diantaranya : Printing press, telephone, automobile, airplane, television, over-night delivery, facsimile machine, cellular phone, personal computer.

Portal dapat meningkatkan produktivitas pekerja dengan cara memperluas akses Web.

Yang dimaksud dengan Pervasive Computing adalah tren ke arah terus meningkat ada dimana mana (yang lain menyebut untuk gerakan adalah komputasi ada dimana mana ), menghubungkan alat-alat komputasi di dalam lingkungan, suatu tren disempurnakan oleh suatu konvergensi elektronik maju -dan sungguh, tanpa kawat -teknologi dan Internet. Alat-alat komputasi menyebar tidak komputer pribadi ketika kita cenderung untuk berpikir tentang mereka, hanya sangat kecil -bahkan yang tak kelihatan -alat-alat, yang manapun gerak atau menempelkan di dalam hampir manapun jenis dari obyek dapat dibayangkan, termasuk mobil-mobil, perkakas, peralatan-peralatan, pakaian dan berbagai barang konsumsi -semua berkomunikasi lewat jaringan yang terus meningkat saling hubung.

Pengaruhnya pada E-Business tentunya dengan adanya persasive computing ini akan lebih meningkatkan bisnis yang dilakukan lewat media elektronik (internet).

Arsitektur multi-tier adalah suatu arsitektur server klien di mana satu aplikasi dieksekusi oleh lebih dari satu agen perangkat lunak terpisah . Sebagai contoh, satu aplikasi yang menggunakan middlewre untuk melayani data meminta antara seorang pemakai dan database mempekerjakan multi-tier arsitektur.

Komponen-komponennya dalam sebuah perusahaan yang bergerak menjadi E-Business adalah adanya Teknologi Informasi (TI); PC sebagai workstation, RDBMS sebagai database server dan internet, yang tentunya ditunjang pula oleh komponen-komponen lainnya seperti Human Reosurce, adanya komitmen dari Top Management untuk mengaplikasikan dan implementasikannya.

Soal type B :
Analysis Web Site Analysis : Craigslist.org vs. Eopinions.com

Jelaskan dengan singkat :

Layanan yang ditawarkan ?
Layanan yang ditawarkan oleh Craigslist.org adalah network organisasi menawarkan layanan berupa jasa penyaluran tenaga kerja sesuai dengan keahlian pendaftar dan jasa-jasa lainnya seperti komunitas, jasa menjualkan rumah, barang dll, sedangkan Eopinions.com adalah network comersial yang menawarkan produk-produk elektronik, otomotif, gift, kosmetika, buku-buku dan jasa.

Value proposition ? Tampilan informasi sedetail mungkin untuk memudahkan para penggunanya.


Bagaimana masing-masing site generate revenue ?
Craigslist.org generate revenue dengan cara menerapkan tarif kepada pengguna tenaga kerja, rumah atau barang yang disalurkannya. Sedangkan Eopinions.com generate revenue dengan cara menerapkan atau menambahkan biaya kepada pembeli atas produk yang ditawarkannya.
Apakah site tersebut partnering dengan provide layanan atau produk komplementer? Sebutkan yang mana (partner dan produk)
Craigslist.org merupakan network organisasi yang menawarkan layanan berupa jasa penyaluran tenaga kerja sesuai dengan keahlian pendaftar dan jasa-jasa lainnya seperti komunitas, jasa menjualkan rumah, barang dll sehingga untuk menjalankan roda bisnisnya Craigslist.org membentuk suatu organisasi dan membutuhkan partnering dengan provide layanan yang tersebar dibanyak negara yang dimuat di site tersebut. Seperti USA, Canada, Asia Europe dll.
Eopinions.com adalah network comersial yang menawarkan produk-produk elektronik, otomotif, gift, kosmetika, buku-buku dan jasa. Sehingga untuk menjalankan usahanya maka Eopinions.com membutuhkan kerjasama dengan produk-produk komplementer untuk dimuat di site tersebut, seperti camera, computer, elektronik dll.
Yang membedakan Craigslist.org dengan Eopinions.com adalah, apabila Craigslist.org menjalankan bisnisnya dengan cara partnering dengan provide layanan yang tertera dalam site tersebut. Sedangkan Eopinions.com memakai produk komplementer untuk berbisnis.

Jelaskan empat peran "four intermediaries" dalam business ?

  • Mendukung para pembeli dalam mengidentifikasi kebutuhan mereka dan dalam menemukan penjual dan barang-barang yang paling cocok bagi mereka.
  • Menyediakan cara yang efektif dalam upaya saling bertukar informasi antara penjual dan pembeli
  • Memfasilitasi terjadinya transaksi-transaksi bisnis.
  • Membantu dalam dukungan setelah penjualan (after sales service)

Pada zaman internet maka peran intermediaries akan menghilang”. Jelaskan pro dan kontranya atas pernyataan tersebut.

Pendapat yang Kontra terhadap pernyataan tersebut sebagai berikut :

Dengan semakin berlimpahnya informasi di internet, dan semakin banyaknya perusahaan mencari cara mengendalikan bisnis di Web, peran perantara semakin banyak dan semakin penting. Orang-orang tidak hanya membutuhkan bantuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang penting bagi mereka, tetapi mereka juga mau melakukan pembandingan-pembandingan sebelum mereka berbelanja di internet. Mendapatkan informasi-informasi dan harga-harga produk dengan cara efisien dan efektif terhadap waktu dan biaya adalah salah satu kebutuhan para konsumen yang dapat dilayani oleh para perantara (intermediaries).

Pendapat yang Pro terhadap pernyataan tersebut sebagai berikut :

Bagi mereka yang Pro terhadap pernyataan tersebut adalah orang-orang yang belum memahami pasar global melalui internet sehingga dalam pemikiran mereka arti pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana penyaluran produknya melalui media perantara distributor, sehingga keberadaan internet akan menghilangkan peran intermediaries.

Penjelasan :

Protokol adalah Kumpulan dari beberapa aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara beberapa alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar. Protocol adalah yang menspesifikasikan secara detail bagaimana komputer berinteraksi, termasuk didalamnya format pesan yang mereka tukar dan bagaimana kesalahan ditangani. Hubungan telekomunikasi mencerminkan banyak aspek dari protokol dalam arti diplomatik, beberapa sinyal diubah dengan mengirim dan menerima perangkat, misalnya, diistilahkan dengan berjabat tangan dan berkenalan. Tiga aspek utama komunikasi yang diperhatikan oleh protokol adalah: bagaimana data direprKumpulan dari beberapa aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara beberapa alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar. Protocol adalah yang menspesifikasikan secara detail bagaimana komputer berinteraksi, termasuk didalamnya format pesan yang mereka tukar dan bagaimana kesalahan ditangani. Hubungan telekomunikasi mencerminkan banyak aspek dari protokol dalam arti diplomatik, beberapa sinyal diubah dengan mengirim dan menerima perangkat, misalnya, diistilahkan dengan berjabat tangan dan berkenalan. Tiga aspek utama komunikasi yang diperhatikan oleh protokol adalah: bagaimana data direpresentasikan dan dikodekan, bagaimana ditransmisikan, dan bagaimana kesalahan dan kegagalan diketahui dan ditangani.

Internet adalah istilah umum yang dipakai untuk menunjuk Network tingkat dunia yang terdiri dari komputer dan layanan servis atau sekitar 30 sampai 50 juta pemakai komputer dan puluhan sistem informasi termasuk e-mail, Gopher, FTP dan World Wide Web.

Alamat IP adalah alamat numeric unik dari sebuah komputer internet. IP address anda komputer Anda sama dengan nomor telepon Anda sendiri dalam fungsinya.

Domain adalah definisi dari alamat internet, yang juga merujuk ke sebuah negara di mana situs web tersebut digunakan. Misalnya dot info atau com untuk lembaga komersial dan net untuk lembaga yang berhubungan dengan internet.

Nama Domain adalah bagian dari URL atau alamat situs yang menunjukkan kepemilikan, misalnya widyatama ac.id.

Web Hosting adalah penyediaan ruang untuk menyimpan halaman web oleh pemilik komputer/ server, yang dapat diakses 24 jam di seluruh dunia via internet.

Database Layer adalah satu alat penghubung internal (yang) tidak diunjukkan ke para pemakai. Tidak ada panggilan-panggilan akses database dibuat secara langsung kepada Extensible Storage Engine; sebagai gantinya, semua akses database ditaklukkan lewat lapisan database.

Application Layer adalah layer teratas yang berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Pada artikel “Interactive Technology and Relationship Marketing”, Youngme Moon membedakan antara 4 metoda kustomisasi sebagai bagian dari marketing mix dalam lingkungan internet. Sebutkan dan jelaskan masing-masing beserta contohnya ?

Apa perbedaan B2B dan B2C pada E-Commerce ?

B2B adalah pemasaran produk berupa barang/jasa atau transaksi-transaksi elektornik antara bisnis.

B2C adalah pemasaran produk berupa barang/jasa atau transaksi-transaksi elektronik dari bisnis ke Customer.

Perbedaan B2B dan B2C

Dari Jenis Produk :

B2B : Lebih Customized

B2C : Produk standard

Dari segi pemasaran :

B2B : Lebih terintegrasi, tidak hanya divisi penjualan saja melainkan melibatkan divisi-divisi lainnya, termasuk R and D.

B2C : Penjualan/pemasaran produk dan jasa disentralisasi oleh unit penjualan/pemasaran.

Dari positioning company :

B2B : Lebih memperhatikan "brand image" and "coorporate image" sehingga kualitas produk lebih terjamin.

B2C : Brand image tidak begitu berpengaruh, lebih memperhatikan pada varian produk dan kualitas produk.

Dari kuantitas dan harga produk :


B2B : Kuantitas penjualan barang lebih banyak sehingga ada discount harga atau special price, dan biasanya untuk dijual kembali.

B2C : Kuantitas penjualan barang lebih sedikit dibandingkan B2B, dan biasanya untuk dipergunakan sendiri.





Saturday, August 23, 2008

PENGERTIAN UMUM ASSETS AND LIABILITY MANAGEMENT

Sejak tahun 1970 Assets adn Liability Management mengalami perkembangan yang amat pesat dan memegang peranan penting dalam pengelolaan dana bank.
Assets and liability management pada dasarnya adalah suatu proses planning, organizing, actuating dan controlling untuk mendapatkan penetapan kebijaksanaan di bidang pengelolaan.
a) Permodalan (Equity)
b) Pemupukan dana (Funding)
c) Penggunaan dana (Asset)
Yang satu sama lain saling terkait (koordinasi) dalam mencapai tingkat laba yang optimal dengan tingkat risiko yang telah diperhitungkan.

Sumber :
Banking Assets And Libility Management; Edisi Ketiga; Karangan : Drs. Selamet Riyadi, M.Si

RUANG LINGKUP ASSETS LIABILITY MANAGEMENT

Dilihat secara sempit :
a) Terfokus pada penyebaran fungsi Assets and Liability Management yaitu :
• Asset Management
• Liability Management
• Capital Management

b) Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan perbedaan waktu antara pendapatan di sisi asset dengan biaya bunga atas dana.

c) Penyebaran setiap tindakan manahemen :
• Misalnya Net Interest Margin yang merupakan persentase hasil bunga terhadap total asset atau terhadap total earning asset.
• Spread yang dikehendaki atas interest yang ditetapkan.

Jika dilihat secara luas adalah :
a) Sebagai pedoman kebijakan bank yang akan datang
b) Peningkatan dana untuk mengakomodasikan kebutuhan yang telah direncakan
c) Pengalokasian dana di antara kas, aktiva produktif dan fasilitas kantor.
d) Positioning the Bank yang dapat mengadopsi peningkatan profit apakah untuk kondisi yang akan datang bisa meningkat.

Sumber :
Banking Assets And Libility Management; Edisi Ketiga; Karangan : Drs. Selamet Riyadi, M.Si

TUJUAN ASSETS AND LIABILITY MANAGEMENT

Tujuan Assets and Liability Management yang dilakukan oleh setiap bank di dunia ini pada umumnya mencakup hal-hal sebagai berikut :
a) Pertumbuhan bank yang wajar
b) Pendapatan/laba yang maksimal
c) Menhaga likuiditas yang memadai
d) Membentuk cadangan-cadangan untuk berjaga-jaga atas hal-hal tertentu yang mungkin timbul
e) Memelihara/menjaga dana masyarakat yang dipercayakan melalui kegiatan bank yang wajar/bijaksana
f) Memenuhi kebutuhan masyarakat akan kredit

Sumber :
Banking Assets And Libility Management; Edisi Ketiga; Karangan : Drs. Selamet Riyadi, M.Si

IMPLEMENTASI ASSETS AND LIABILITY MANAGEMENT

Implementasinya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara-cara antara lain :
a) Liqudity ratio, target dan limit, meliputi :
- Primary Reserve
- Secondary Reserve
b) Maturity Gap Targets and Ranges
c) Funds Placement Guidelines
d) Foreign Exchange Position, Target and Stop Limits
- Buy Currency
- Sell Currency
e) Balance Sheet Structure
- Growth
- Mix
f) Earning and Performing Goals
- Return On Asset (ROA)
- Return On Equity (ROE)
- Net Interest Margin (NIM)
g) Capital Adequacy yang dibutuhkan
h) Pricing Policies and Guidlines
Dan akhirnya bagaimana melakukan pendelegasian kewenangan dan tanggung jawab agar dibuat suatu keputusan yang cepat dan tepat, dalam waktu yang relatif singkat.

Sumber :
Banking Assets And Libility Management; Edisi Ketiga; Karangan : Drs. Selamet Riyadi, M.Si

FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PENTINGNYA ASSETS AND LIABILITY MANAGEMENT

Assets and Liability Management menjadi bagian yang sangat penting bagi dunia perbankan dewasa ini, dimulai sejak tahun 1970-an, hal tersebut didorong adanya beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu sebagai berikut :
a) Deregulasi sektor perbankan di sebagian besar negara di dunia
b) Kondisi Lingkungan
Fluktuasi suku bunga dan nilai tukar telah mendorong timbulnya teknik baru untuk meminimalisir risiko bunga
c) Sikap para investor semakin kritis
Dalam arti mereka telah mempunyai Goal Rate of Return yang lebih baik dengan risiko yang dapat diperhitungkan
d) Berkembang teori tentang corporate finance
e) Miningkatkannya kebutuhan modal
f) Tingkat persaingan yang semakin tinggi
Selain faktor-faktor yang mendorong berkembangnya Assets and Liability Management di atas, juga terdapat hambatan-hambatan dalam melakukan pengelolaan Assets and Liability Bank, hal ini sejalan dengan kondisi perdagangan dan persaingan global yang terjadi saat ini, sehingga dapat menimbulkan adanya :
a. Perubahan kondisi internasional yang mempengaruhi kegiatan ekonomi nasional dan lokal.
b. Volatile-nya tingkat bunga dan excange rate
c. Perubahan yang cepat menimbulkan ketidakpastian, baik segi sumber dana maupun penggunaannya, terutama dalam bentuk kredit.
d. Kebijakan Bank Sentral yang berpengaruh pada jumlah uang beredar
e. Kebijakan dan strategi manajemen bank
f. Limit kredit yang diberikan oleh bank

Sumber :
Banking Assets And Liability Managemen; Edisi Ketiga; Karangan : Drs. Selamet Riyadi, M.Si

PEMBERDAYAAN UMKM

Masalah UMKM yang selama ini diinventarisasi sebagai kesulitan yang dihadapi UMKM, diperlukan berbagai langkah terobosan untuk mengatasi hal tersebut.
1. Yang dilakukan Bank Indonesia
• Kelonggaran kolektibilitas khusus untuk kredit UMKM, didasarkan atas kemampuan debitor membayar cicilan
• Pentepan batas maksimum pemberian kredit sebesar 25 persen untuk petani plasma, sebelumnya 20 persen.

2. Yang dilakukan Pemerintah.
• Memberikan subsidi suku bunga UMKM sekitar 4 persen. Dana dari pengurangan subsidi BBM sebesar Rp. 250 miliar.
• Kredit layak tanpa agunan dengan jaminan yang dananya dikumpulkan dari PUKK BUMN.
• Pemberian dana dari tiap-tiap Pemda untuk jaminan yang dikelola PT. Askrindo dan Lembaga Penjaminan Kredit lainnya.
• Penguatan konsultan keuangan mitra bank.

3. Yang dilakukan DPR.
• Memprioritaskan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro.
Pemerintah Indonesia bertekad melaksankan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu upaya menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.
Hal ini telah dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pencanangan Tahun Keuangan Mikro pada tanggal 26 Februari 2005. Pencanangan itu adalah merupakan tindak lanjut dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang pada November 2004 mendeklarasikan bahwa tahun 2005 sebaga “The Year of Micro Finance”.

Sumber :
Kunci Sukses Kredit Mikro; Karangan : Soetanto Hadinoto dan Djoko Retnadi



PELUANG DAN TANTANGAN KREDIT MIKRO

Sampai kini sumbangan UMKM untuk pertumbuhan ekonomi sekitar empat persen, kalau UMKM diberdayakan tentu sumbangannya untuk pertumbuhan ekonomi semakin besar. Sedangkan potensi pertumbuhan dana perbankan yang berjumlah Rp. 106 trilun untuk tahun 2005 akan disalurkan untuk kredit sektor UMKM sebesar Rp. 60,44 triliun. Ada pula pengalokasian dana keuntungan BUMN sebesar 1-3 persen untuk pemberdayaan UMKM. Kelonggaran tarik dana Surat Utang Pemerintah (SUP) No. 005 sebesar Rp. 1.474 triliun. Pengalokasian dana kompensasi BBM bagi UMKM sebesar Rp. 250 miliar untuk subsidi bunga. Selain itu, ada bantuan kredit lunak kepada UMKM dari Pemerintah Swiss sebesar 100 juta dolar AS (Rp. 999 miliar) untuk para pengusaha mikro dan kecil untuk selanjutnya di ekspor ke Eropa.
Menurut Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, target dana perbankan yang akan disalurkan kepada UMKM sebesar Rp. 60, 4 triliun tahun 2005, dalam realisasinya mungkin akan lebih besar. Tahun 2004 angka realisasi kredit yang diberikan perbankan kepada UMKM mencapai 187 persen dari target. Menurut data dari Bank Indonesia, ekspansi netto kredit perbankan yang disalurkan ke UMKM sampai dengan triwulan ke empat tahun 2004 mencapai 72 triliun, dari rencana bisnis perbankan sebesar Rp. 38,5 triliun. Padahal pada tahun 2003 hanya tersalurkan sebesar Rp. 63,8 persen dari rencana bisnis sebanyak Rp. 42,3 triliun. Sedangkan kredit bermasalah NPL (Non Performing Loan) UMKM tahun 2004 hanya 3,44 persen. Jadi pengembalian kredit UMKM rata-rata secara nasional sangat bagus.
Rasio kecukupan modal CAR (Capital Adequasi Eatio) bank dan kemampuna manajemen risiko bank jauh lebih baik.
Ketidakpastian politik dan keamanan sudah sangat berkurang. Dengan demikian, margin yang diminta bank perlahan akan menurun dengan sendirinya. Suku bunga kredit tentunya akan turun.
Yang perlu mendapat perhatian adalah hal-hal sebagai berikut :
Pertama, pengusaha mikro sebagai obyek utama, berarti orientasinya kepada si pelakunya yang tidak lain orang yang memang kemampuan usahanya berskala mikro.
Kedua, Yang berkaitan dengan persepsi. Seringkali persepsi pengusaha mikro selalu dikaitkan sebagai gugus pengusaha yang harus dikasihani. Dengan landasan pemikiran seperti itu, yang muncul dalam ide biasanya dikaitkan dalam berbagai bentuk charity (amal atau hibah). Jadi esensinya tetap harus disertai rasa tanggung jawab untuk mengembalikan dan penekanannya kepada kelayakan usaha.
Ketiga, ada semacam keterlanjuran kalau bentuk perhatian kepada pengusaha kecil itu diartikan secara harfiah dalam bentuk yang terbatas. Misalnya dalam pameran pengusaha kecil, yang ditampilkan biasanya antara lain: kerajinan tangan, souvenir, baju, batik, sarung. Sangat jarang pada saat pameran yang ditampilkan adalah pengusaha kecil yang punya value chain (keterkaitan langsung) dengan industri. Di Cina, pngusaha kecil terlibat langsung secara aktif dalam kegiatan pembuatan baut dan mur serta produk-produk komponen untuk kebutuhan industri elektronika dan otomotif.
Keempat, semacam mitos bila memperdayakan pengusaha mikro/kecil berarti yang paling penting adalah penyediaan kredit (permodalan). Padahal entitas bisnis selalu memerlukan empat faktor produksi, yaitu lahan tempat usaha, sumber daya manusia, teknologi dan permodalan. Jadi kalau yang diberikan hanya kredit, maka yang teratasi hanya satu faktor kemiskinan saja.
Kelima, diperlukan adanya perubahan persepsi mengenai siapa yang memberikan permodalan, ada kecendrungan kalau kredit seharusnya dari bank.
Menurut pendapat saya, permodalan untuk pengusaha mikro selain bank juga bisa diberikan oleh koperasi simpan pinjam, pegadaian, modal ventura, badan kredit desa dan sebagainya. Lembaga keuangan mikro di Indonesia yang jumlahnya banyak dan sudah berpengalaman sebaiknya ada sinergi untuk membantu pengusaha mikro, baik melalui bank maupun lembaga non bank. Dengan demikian yang lebih penting adalah program kebijakannya yang seharusnya ditujukan kepada upaya peningkatan posisi tawar pengusaha mikro agar mendapatkan leveling field yang sama dengan para pengusaha lainnya.
Ditingkatkannya posisi tawar akan menciptakan suatu kepemilikan yang menurut Ferdianand de Sato akan mengundang modal (ownership create the capital). Dengan demikian selain menciptakan financial safety net juga social safety net.

Sumber :
Kunci Sukses Kredit Mikro; Karangan : Soetanto Hadinoto dan Djoko Retnadi

Sunday, August 17, 2008

STRATEGI PEMASARAN BANK


Konsep pemasaran bank sebenarnya tidak banyak berbeda dengan konsep pemasaran untuk sektor bisnis yang lain, seperti sektor industri manufaktur, sektor bisnis jasa, dan lain-lain. Perbankan merupakan salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya lebih cenderung mengikuti konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan industri jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan konsep-konsep pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat.

Strategi pemasaran bank biasanya dilandaskan pada bauran pemasaran atau marketing mix yang terdiri dari 4 P, yaitu sebagai berikut :
  1. Produk (Product)
  2. Harga (Price)
  3. Lokasi (Place)
  4. Promosi (Promotion)
Strategi Produk (Product)
Produk perbankan adalah instrumen/perangkat yang dibeli dan dijual oleh bank. Produk yang dibeli oleh bank sangat banyak jumlahnya, karena bank dapat menciptakan berbagai jenis produk sesuai dengan keinginan nasabah.
produk bank terdiri dari :
produk dana, yaitu :
- giro,
- tabungan dan
- deposito
produk kredit :
- kredit produktif,
- kredit konsumtif, dll.
Jasa-jasa lainnya :
- kiriman uang/transfer,
- inkaso,
- safe defosit box,
- ATM, dll

Strategi Harga (Price)
Dalam menetapkan harga, untuk pos-pos pasiva yaitu simpanan dana pihak ketiga (DPK) diupayakan serendah-rendahnya, sedangkan untuk pos-pos aktiva yaitu kredit diupayakan setinggi-tingginya agar tidak terjadi negatif spread.

Strategi Lokasi (Place)
Dalam bisnis perbankan, sebagai salah satu jenis bisnis yang menawarkan jasa, jaringan pemasaran lebih menitikberatkan pada perbedaan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan perdagangan jasa perbankan dan ditentukan berdasarkan pertimbangan struktur organisasi, pembagian wilayah, serta kewenangan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, dalam bisnis perbankan dikenal dengan adanya kantor pusat, cabang utama, cabang pembantu, kantor kas dan seterusnya.

Strategi Promosi (Promotion)
Hampir sama dengan strategi promosi bagi produk barang-barang industri manufaktur, dalam bisnis perbankan juga dikenal berbagai strategi promosi yang dipilihan penggunaannya ditentukan sesuai kondisi. Dengan demikian, dalam bisnis perbankan juga dikenal adanya promotion mix (bauran promosi) yang meliputi :
1. Advertising / periklanan
2. Sales promotion / promosi penjualan
3. Personal selling / penjualan perseorangan
4. Publicity / publisitas

Sumber :
Buku Manajemen Perbankan; Karangan : Ir. Drs. Lukman Dendawijaya, MM.











Saturday, August 16, 2008

MANAJEMEN STRATEGIS

Manajemen strategis didefinisikan sebagai satu set keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi rencana yang dirancang untuk meraih tujuan suatu perusahaan. Manajemen strategis terdiri atas 9 tugas penting :


  1. Merumuskan misi perusahaan, termasuk pernyataan yang luas mengenai maksud, filosofi dan sasaran perusahaan.
  2. Melakukan suatu analisis yang mencerminkan kondisi dan kapabilitas internal perusahaan.
  3. Menilai lingkungan eksternal perusahaan, termasuk faktor persaingan dan faktor kontektual umum lainnya.
  4. Menganalisis pilihan-pilihan yang dimiliki oleh perusahaan dengan cara menyesuaikan sumber dayanya dengan lingkungan eksternal.
  5. Mengidentifikasi pilihan paling menguntungkan dengan cara mengevaluasi setiap pilihan berdasarkan misi perusahaan.
  6. Memilih satu set tujuan jangka panjang dan strategi utama yang menghasilkan pilihan paling menguntungkan tersebut.
  7. Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan tujuan jangka panjang dan strategi utama yang telah ditentukan.
  8. Mengimplementasikan strategi yang telah dipilih melalui alokasi sumber daya yang dianggarkan, di mana penyesuaian antara tugas kerja, manusia, struktur, teknologi, dan sistem penghargaan ditekankan.
  9. Mengevaluasi keberhasilan proses startegis sebagai masukan pengembalian keputusan di masa mendatang.
Catatan :
*) Tulisan ini disadur dari buku Manajemen Strategi; Karangan : John A. Pearce II dan Richard B. Robinson, Jr.

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah Software untuk menjalankan perusahaan. ERP diciptakan sebagai satu perluasan konsep perencanaan sumber daya pabrikasi (MRP) perangkat lunak, yang mengotomatiskan proses pemeliharaan suatu garis pabrikasi menyediakan bersama dengan bahan-bahan untuk temu pesanan. ERP adalah suatu deretan aplikasi-aplikasi yang termasuk keuangan, pabrikasi, sumber daya manusia dan modul-modul lain, itu bersama-sama mengotomatiskan balik fungsi-fungsi administrasi perniagaan kantor dari suatu usaha. pemasok-pemasok ERP Terkemuka memasukkan GETAH, Oracle, Peoplesoft dan JD Edwards. Usaha Resource Planning mengacu pada pengintegrasian dan perluasan sistem IT operasional bisnis, dengan sasaran bagaimana membuat aliran informasi di dalam suatu perusahaan lebih dinamis dan segera; meningkatkan kegunaan dan umur simpan dari informasi; menghapuskan pemborosan dan mengotomatiskan rutinitas memproses; dan membuat komponen-komponen sistem informasi lebih fleksibel. Batasan-batasan perdepartemen secara umum menjadi lebih lembut, layanan khusus data ditingkatkan untuk perusahaan mitra dan pelanggan-pelanggan, dan kemampuan perusahaan untuk menanggapi pasar secara umum ditingkatkan.

PROFITABILITY RATIO

Profitability ratio : mengukur keuntungan yang dapat dicapai perusahaan.
Ada 3 indikator yang umum dilihat :

a. Net profit Margin (NPM) =

Laba setelah pajak
--------------------------
Penjualan

Untuk mengetahui hasil profit bersih yang dicapai oleh manajemen.
Idealnya setiap tahun selalu naik > 100%.

b. Return on Asset (ROA) =

Laba setelah pajak
---------------------------
Total asset

Untuk mengetahui kemampuan asset yang ditanam untuk menghasilkan laba. Semakin besar angkanya menunjukkan semakin bagus perusahaan dalam menghasilkan laba yang dibiayai oleh asset perusahaan.
Idealnya dari tahun ke tahun selalu meningkat.

c. Return on Equity (ROE) =

Laba setelah pajak
--------------------------
Modal sendiri

Untuk mengetahui kemampuan modal perusahaan sendiri dalam menghasilkan laba. Semakin besar ROE, semakin sehat perusahaan tersebut.

Catatan :
*) Tulisan ini disadur dari buku Analisis Usaha Kecil dan Menengah; Karangan : M. Kwartono Adi.

ACTIVITY RATIO

Activity ratio : mengukur seberapa jauh efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber dana yang ada. Ada 3 indikator yang umum dianalisis :

a. Days of Inventory (DOI) :

Persediaan
---------------------------
Harga Pokok Penjualan (HPP)

Untuk mengetahui berapa hari dana yang tertanam dalam persediaan. Idealnya sesuai dengan produk yang dijual (jika barang lekas rusak seperti makanan maksimal 2 hari, untuk untuk barang tahan lama bisa di atas harian/mingguan/bulanan) maksimal 6 kali dalam setahun atau 60 hari (2 bulanan). Semakin cepat perputarannya berarti barang dagangannya cepat laku.

b. Days of Receivable (DOR) :

Piutang Dagang
--------------
Penjualan

Untuk mengetahui berapa hari piutang dagang tertagih. Piutang dagang yang tidak berubah (konstan) perlu dicurigai tidak tretagih (macet).

c. Days of Payable (DOP) :

Hutang Dagang
---------------------------
Harga Pokok Penjualan (HPP)

Untuk mengetahui berapa lama utang dagang dapat dibayar oleh pengusaha/perusahaan. Lama tidaknya pembayaran utang dagang tersebut tergantung dari pemasok barang, ada yang diminta dibayar tunai, ada pula yang dapat dibayar mundur (tergantung barang yang dibeli).

d. Working capital turn over (WCTO) =

DOI + DOR

Untuk mengetahui berapa hari perputaran modal kerja dalam suatu periode. Semakin lama perputarannya semakin lama pula perputaran modal kerja, sehingga perusahaan tersebut kemungkinan dapat mengalami kesulitan modal. Namun masih tergantung dari jenis usahanya apakah berupa warung makan (perputarannya relatif cepat, karena persediaan maupun pembayarannya relatif cepat) berbeda dengan penjualan lukisan atau barang yang lebih lekas rusak (perputarannya relatif lama, karena barang relatif tahan lama dan terbatas pembelinya).

Catatan :
*) Tulisan disadur dari Buku Analisis Usaha Kecil dan Menengah; Karangan M. Kwartono Adi.

LEVERAGE RATIO

Leverage ratio : mengukur seberapa jauh aktiva yang dibiayai dengan utang. Ada 2 jenis indikator yang umum dianalisis :

1. Debt to Equity Ratio (DER) =

Total Hutang
-------------
Modal Sendiri

Untuk mengukur berapa kemampuan modal sendiri menutup utangnya, minimal 1/3 modal sendiri, atau 2/3 utangnya.

2. Interest Coverage Ratio =

EBIT
--------
Interest

Untuk mengukur besarnya keuntungan untuk menjamin pembayaran bunga utang, idealnya 8 kali (> 150%).

Catatan :
*) Tulisan disadur dari buku Analisis Usaha Kecil dan Menengah; Karangan : M. Kwartono Adi.

LIQUIDITY RATIO

Analisis rasio merupakan salah satu analisis standar lembaga keuangan khususnya bank. Analisis rasio ini untuk melihat sejauhmana risiko kredit masih dapat diterima oleh bank dengan skor atau rating tertentu.
Beberapa analisis rasio yang biasa digunakan oleh seorang petugas Analisis Kredit, diantaranya :

Liquidiy ratio : mengukur likuiditas perusahaan (ketersediaan harta yang mudah diuangkan jika perusahaan mengalami kebangkrutan)

a. Current Ratio =

aktiva lancar
--------------------------------
hutang lancar (hutang jk. pendek

Untuk mengukur kemampuan membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, idealnya 2,5 kali (>140%)

b. Cash Ratio =

Kas
---------------------------------
hutang lancar (hutang jk. pendek)

Untuk mengukur kemampuan membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan uang kas, idealnya tergantung jenis usahanya.

c. Quick Ratio =

Aktiva lancar - Persediaan
--------------------------------
hutang lancar (hutang jk. pendek

Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang dapat segera dipenuhi dengan kas. Idealnya 1 kali (>35%).

d. Working Capital to Total Asset =

Aktiva Lancar - Hutang Lancar
-----------------------------
Total Asset

Untuk mengukur likuiditas modal kerja dibandingkan dengan total kekayaan, idealnya lebih dari 0,5 kali.

Catatan :
*) Tulisan disadur dari buku Analisis Usaha Kecil dan Menengah; Karangan : M. Kwartono Adi.

MENGENAL LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Laporan keuangan perusahaan pada garis besarnya kita bagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Neraca Perusahaan
2. Laporan Laba Rugi Perusahaan
3. Laporan Arus Kas
Neraca Perusahaan adalah pos-pos yang menggambarkan posisi aktiva dan pasiva perusahaan.
Pos-pos Aktiva :
Aktiva Lancar :
- Kas/Bank
- Persediaan
- Piutang
Aktiva Tetap :
- Tanah
- Bangunan
- Peralatan
Pos-pos Pasiva :
- Hutang Dagang
- Hutang Bank
- Modal
- Laba/Rugi Tahun Lalu
- Laba/Rugi Tahun Berjalan
Laporan laba rugi adalah mencerminkan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualannya dikurangi dengan biaya-biaya operasionalnya.
Laporan Laba Rugi Perusahaan :
Penjualan
Harga Pokok Penjualan -
---------------------
Laba Kotor

Biaya-biaya Operasional :
- Biaya penjualan
- Biaya Tenaga Kerja
- Gaji Pemilik
- Biaya Listrik
- Biaya Transportasi
- Biaya Penyusutan -
---------------------
Total Biaya Operasional

Laba kotor - total biaya operasional menghasilkan "EBIT" (Earning Before Interest and Tax)
EBIT dikurangi bunga bank dan pajak menghasilakan Net Profit (laba bersih)
Sedangkan untuk laporan arus kas atau dikenal juga dengan Manajemen Kas, adalah hal-hal yang berkaitan dengan operasional sehari-harinya perusahaan menyangkut keluar masuknya kas yang disebabkan oleh aktifitas perusahaan tersebut.
Itulah sekilas gambaran umum mengenai laporan keuangan perusahaan yang dapat saya sampaikan.

MAKNA HUT RI


Hari ini, tanggal 17 Agustus 2008, segenap bangsa Indonesia merayakan hari Kemerdekaannya yang ke 63. Perjalanan yang sangat panjang untuk suatu kemerdekaan. Kemerdekaan RI, bukanlah berupa hadiah dari bangsa lain, kemerdekaan RI direbut melalui perjuangan oleh para pahlawan kita. Makna HUT RI tidak sekedar seremonial belaka, tidak sekedar mengibarkan bendera merah putih, tidak sekedar upacara bendera, tidak sekedar perlombaan 17-an, namun bermakna yang lebih mendalam bahwa kita harus menghargai para pahlawan kita yang telah gugur mendahului kita demi memperjuangkan kemerdekaan RI. Kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras, pengabdian kepada bangsa dan negara kita. Bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara kita tentunya proporsional dengan posisi kita. Kita sebagai pegawai, tentunya harus bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak korupsi dan lain sebagainya, kita sebagai pelajar atau mahasiswa, tentunya kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, kita sebagai pengusaha, tentunya harus beraktivitas untuk menjalankan usahanya sesuai Etika Bisnis, kita sebagai Pejabat, tentunya harus senantiasa mementingkan kepentingan umum / masyarakat daripada kepentingan pribadi/golongan. Perjalanan panjang selama 63 tahun kemerdekaan RI, kita masih jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga kita dalam hal kesejahteraannya. Timbul pertanyaan dalam diri kita, bagaimana meningkatkan IPM (Indek Prestasi Manusia) Indonesia agar dapat bersaing dengan masyarakat dunia?. Mari kita benahi dan bangun Indonesia secara bersama-sama, Satukan Suara, Satukan Tekad, Satukan Tujuan kita, bangkitlah Indonesiaku. Salah satu pangkal masalah semua itu adalah "Kebodohan". Mari perangi kebodohan, tingkatkan pendidikan dan kesehatan agar terciptanya manusia-manusia Indonesia yang cerdas dan sehat. Manusia adalah asset untuk kemajuan bangsa, bahkan lebih jauh lagi manusia adalah capital untuk kemajuan bangsa.
Selamat HUT RI ke 63, Merdekaaaaa ..................

AMDK ?

Apa itu AMDK ?
Siapa yang tak kenal AMDK ?
AMDK adalah kependekan dari Air Minum Dalam Kemasan, dan semua orang pasti sudah mengenal AMDK. banyak merk AMDK, seperti Aqua, Ades, Fit, Ron88, BMC dll. Baru-baru ini masyarakat dihebohkan oleh berita penangkapan polisi yang terkait AMDK. Diberitakan telah terjadi perkelahian massal antar siswa, sehingga polisi turun tangan untuk menanganinya. Kita dibuat bingung dengan berita tersebut. AMDK - AMDK telah menjadi headline di koran-koran harian setempat. Eh rupanya AMDK di sini adalah "Anak Mamah Dalam Kurungan" he he he ......... (intermezo dech).

ETIKA BISNIS

Berbicara bisnis, tentunya yang terbayang dalam benak kita adalah sesuatu aktivitas usaha yang berorientasi untuk menghasilkan profit yang setinggi-tingginya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Namun perlu kita sadari bahwa dampak dari perkembangan usaha/modernisasi industri tersebut, disamping berdampak positif yaitu peningkatan kemakmuran masyarakat dengan terciptanya lapangan pekerjaan sehingga akan meningkatkan pula pendapatannya juga berdampak negatif pula terhadap pencemaran lingkungan (polusi) dan penyusutan sumber-sumber daya alam dan mineral. Oleh karena itu kalangan industri harus mempunyai social responsibility. Social responsility ini akan tertanam dan tumbuh kembang dalam kesadaran pengusaha bila mereka dibekali dengan Etika dalam berbisnis. Jadi Etika Bisnis ini dapat kita simpulkan sebagai arah / pedoman dalam beraktivitas bisnis ke jalan yang benar dengan memperhatikan social responsibility tersebut. Hal ini penting dikarenakan generasi mendatang juga mempunyai hak untuk merasakan nyamannya lingkungan dan dengan pengelolaan sumber daya alam dan mineral yang baik, diharapkan mereka masih dapat menikmatinya. Mudah-mudahan dengan adanya kesadaran kita semua terhadap lingkungan ini, alam menjadi bersahabat dengan kita dan Allah tidak murka terhadap tingkah laku kita di muka bumi ini. Akhir kata "Save Our Earth".

ANTARA PEKERJAAN (KULI-AH) DAN KULIAH

Fenomena kehidupan menjadi bagian yang menarik untuk diceritakan. Ada orang kaya, ada orang miskin, ada yang cantik/tampan dan juga ada yang jelek, semuanya diatur oleh Yang Maha Kuasa di dalam kehidupan dunia ini berlawanan. Oleh karenanya kehidupan dunia ini menjadi dinamis, tidak hambar karena ada keheterogenannya. Semua orang dalam kehidupannya menginginkan kebahagian lahir dan bathin. Kehidupan kita terus berlanjut sedangkan waktu tidak akan bertambah yaitu 24 jam dalam seharinya. Semakin bertambah umur, maka kita dihadapkan dengan pengaturan waktu diantara kesibukan kita ngurusin pekerjaan (kuli-ah), ngurusin istri dan anak-anak, dan ditambah keinginan untuk menambah wawasan di bangku kuliah. Manajemen waktu bener-bener dituntut ekstra ketat, he he he dan juga doku untuk pengeluaran bertambah juga nich ....
Saya berharap, semoga apa-apa yang dicita-citakan terkabul. Mohon doa restunya dari semua pihak. Hidup adalah perjuangan dan berjuang untuk kehidupan. Itulah sekilas cerita fenomena antara kuli-ah dan kuliah.
Terima kasih bagi teman-teman yang telah bersimpati.
Salam perjuangan - Dede Mulyana.

FUNGSI BANK

Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Dalam hal ini bank sebagai "Intermediary" antara masyarakat yang kelebihan dana (supply funding) dengan masyarakat yang kekurangan dana (demand funding).
Jenis-jenis produk bank kita bagi menjadi 3 kategori, yaitu :
a. Produk dana :
- Giro
- Tabungan
- Deposito
b. Produk Kredit :
- Kredit Modal Kerja
- Kredit Investasi
- Kredit PNS
- Kredit Pensiunan
- Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
- Kredit Pemilikan Kendaraan
- dll
c. Jasa-jasa lainnya
- Transfer
- Kliring
- Inkaso
- Jual beli Valas
- dll
Ngomong-ngomong mengenai bank, sekarang ini banyak bank memakai tenaga outsourcing lho, mereka itu masih muda, fresh and cuantik-cuantik. Ini mungkin sebagai salah satu strategi perusahaan juga untuk menggaet customer lebih banyak lagi. Dengan demikian diharapkan customer akan loyal dan mudah-mudahan juga menyimpan uang yang banyak di bank tersebut.
Demikian uraian singkat mengenai bank, di lain waktu kita sambung lagi.
Terima kasih.

Wassalam :
Dede Mulyana

ANALISIS KREDIT

Apa itu analisis kredit ?
Analisis kredit adalah suatu proses analisis kredit dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan rasio-rasio keuangan untuk menentukan kebutuhan kredit yang wajar.

Sedikitnya ada 5 aspek yang harus dianalisis dalam menganalisis kredit, antara lain :
1. Aspek Manajemen
2. Aspek Pemasaran
3. Aspek Teknis
4. Aspek Keuangan
5. Aspek Legalitas dan Agunan

Kredit berdasarkan tujuan penggunaannya, kita bagi dalam 2 kategori, yaitu :
1. Kredit Produktif
2. Kredit Konsumtif.

Pendekatan-pendekatan atau metode-metode yang biasa kita pakai dalam menganalisis kredit modal kerja adalah Turn Over Method, sedangkan untuk menganalisis kredit investasi adalah PP Method, NPV Method dan IRR Method.
Penggunaan pendekatan-pendekatan tersebut tentunya didasarkan dari data keuangan perusahaan yaitu laporan necara dan laba rugi perusahaan yang diberikan kepada bank.

Demikian gambaran singkat mengenai analisis kredit, dan untuk lebih jauh lagi mengenai analisis kredit ini, teman-teman bisa mempelajari lewat buku "Analisis Kredit" dan "Analisa Laporan Keuangan".

Salam sejahtera dari Dede Mulyana.

Wednesday, August 13, 2008

My Campus

Now, I am studying at Widyatama Univercity, MM Program.